Ditulis Oleh : Dhiarti Tejaningrum
“Bundaaa!!” Teriak Tika dari dalam kamar. Bunda pun bergegas menuju ke kamar Tika. Entah kenapa, malam ini tiba-tiba saja listrik padam. Sepertinya Tika takut gelap.
***
“Sabar Nak, Bunda bawakan lampu emergency,” sahut Bunda sembari mencari lampu emergency.
“Bunda lama banget sih! Tika takut ada hantu,” ujar Tika sambil merengek.
“Mana coba hantunya?” Goda Bunda seraya menyalakan lampu emergency.
“Bunda ah, beneran tadi Tika merinding. Seperti ada yang terlihat dari balik tirai,” rengek Tika sambil menunjuk ke arah jendela.
Bunda mengusap kepala Tika sembari mencoba mengajak Tika berdoa agar Tika tidak takut dalam gelap.
“Coba Tika ikutin doa yang Bunda baca ya, [A’udzu bi kalimatillahit-taammati min syarri maa kholaq] yang artinya ‘aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya’. Jangan lupa dihafal ya Nak, biar Tika selalu dalam lindungan Allah. Jadi, Tika tidak perlu takut lagi dalam kegelapan.”
Tika tersenyum lega. Tika jadi lebih tenang setelah mendengar nasihat Bunda.
“Terima kasih Bun, Tika janji tidak takut gelap lagi,” ujar Tika sembari memeluk Bunda. ***

